Kolom karakter jatuh tak beraturan, tiap kepala bersinar lalu meluruh jadi hijau gelap — gaya terminal klasik yang dirender penuh di canvas, lengkap dengan detak bass generatif di baliknya.
Aktifkan backsound untuk detak bass gelap & blip acak · tekan H untuk sembunyikan antarmuka
Tidak ada video loop atau sprite sheet di sini — setiap glyph dipilih acak dari kumpulan karakter setiap kali digambar, dan hanya kepala tiap kolom yang diberi efek cahaya agar rendering tetap ringan meski memenuhi layar penuh.
Katakana, huruf, dan angka dipilih ulang secara acak di setiap render, membuat pola hujan digital tak pernah benar-benar berulang.
Hanya karakter terdepan tiap kolom diberi shadowBlur, sisanya memudar lewat alpha bertingkat — efek maksimal, biaya render minimal.
Pola nada rendah lewat filter bandpass berdenyut tiap satu detik, disertai blip akut acak seperti derik sinyal digital.
Karakter berukuran 14px di layar sempit dan 18px di layar lebar, menjaga kepadatan kolom tetap proporsional.
Perubahan ukuran layar ditunda 150ms sebelum menghitung ulang kolom, mencegah lonjakan komputasi saat jendela ditarik-tarik.
Canvas menyesuaikan resolusi dan rasio piksel perangkat secara otomatis, dari layar telepon hingga proyektor lebar.
Angka nyata dari mesin render dan audio yang sedang berjalan di bagian atas halaman ini.
Klik tombol backsound pada demo di atas untuk memulai denyut bass gelap dan blip digital acak.
Setiap kolom punya satu karakter terdepan yang menyala terang sebelum memudar jadi hijau gelap di belakangnya.
Semua elemen antarmuka menghilang halus, menyisakan layar hujan digital penuh — siap direkam atau ditayangkan.