Satu stasiun sepi, senja yang tak pernah usai
Kelopak sakura berguguran, lentera bergoyang pelan, dan kereta yang datang lalu pergi — semuanya digambar ulang setiap frame di atas kanvas 192×108 piksel, ditemani ambience angin dan lonceng angin yang dibangkitkan langsung oleh browser Anda.
Setiap detail kecil punya alasan
Dari goyangan lentera hingga kereta yang berhenti lalu datang lagi, setiap elemen dihitung dengan fungsi waktu dan keacakan yang terkontrol supaya suasana terasa alami, bukan berulang secara kaku.
Langit senja empat lapis
Gradien vertikal berpindah dari ungu malam ke jingga hangat, memberi kesan waktu yang membeku tepat di ambang senja — dilukis ulang tiap frame tanpa gambar latar statis.
Sakura yang melambai
Tiap klaster kelopak bergoyang dengan fase sinus sendiri, jadi kedua pohon tidak pernah bergerak dengan pola yang persis sama.
Kelopak berguguran alami
45 partikel dengan posisi awal acak berbibit tetap, kecepatan jatuh dan arah hanyut masing-masing berbeda tipis.
Kereta datang & pergi
Kereta melintas dengan jendela menyala berkelip prosedural, lalu berhenti sejenak dengan jeda acak sebelum muncul kembali dari sisi layar.
Lentera bergoyang & berkedip
Setiap lentera punya fase ayunan dan kedipan cahaya sendiri lewat radial gradient, menghangatkan atap peron yang temaram.
Resolusi rendah, tampil tajam
Digambar di kanvas 192×108 lalu diskalakan responsif dengan image-rendering: pixelated, tetap tajam di layar sekecil maupun selebar apa pun.