MEMENTO
Fragmen yang Tertinggal
Catatan Pembuka
Dunia ini tidak berakhir dengan ledakan, melainkan dengan sunyi yang merambat melalui sela-sela memori yang memudar.
Apa yang Anda baca di sini adalah sisa-sisa dari sebuah arsip yang seharusnya sudah musnah.
I. Hujan Digital
Hujan turun di kota ini, namun kulitmu takkan pernah basah. Titik-titik air itu hanyalah deretan piksel yang jatuh dari langit kelabu yang statis.
Elias berdiri di balkon, menatap ke arah pusat data yang bercahaya kebiruan di ufuk timur. Semuanya tampak nyata, hingga kau mencoba menyentuhnya.
"Berapa lama lagi kita bisa berpura-pura?" suara itu datang dari kegelapan di belakangnya.
Elias tidak menoleh. Ia tahu siapa yang bicara. Hanya ada satu orang yang berani mempertanyakan simulasi ini di saat semua orang sedang menikmatinya.
Sebuah garis hitam muncul di langit. Tipis, hampir tak terlihat, namun Elias tahu itu adalah sebuah glitch. Kerusakan pada inti server utama.
Dunia mereka sedang runtuh, dan mereka hanya memiliki waktu beberapa detik sebelum memori ini dihapus secara permanen.
"Pegang tanganku," bisik Elias. "Jika kita harus hilang, setidaknya kita tidak menghilang sendirian."
Cahaya putih menyilaukan mulai menelan pemandangan kota. Suara hujan perlahan berubah menjadi desis statis yang memekakkan telinga.
Terima kasih sudah hadir untuk sisa memori ini.
Arsip Selesai.
See you